USK Conferences, Roundtable for Indonesian Entrepreneurship Educators 2018

Font Size: 
PERAN LINGKUNGAN INTERNAL DAN FLEKSIBILITAS STRATEGI UNTUK MENINGKATKAN INOVASI USAHA MIKRO, KECIL DAN MENENGAH DALAM MENGHADAPI ERA DISRUPTIF EKONOMI
Sumiati Sumiati

Last modified: 2018-09-01

Abstract


Ringkasan Topik

Kota Malang merupakan salah satu kota yang memiliki potensi untuk berkembang secara ekonomi, terutama karena dianggap sebagai salah satu kota yang menjadi basis ekonomi kreatif di Indonesia. Ekonomi kreatif di Kota Malang tidak dapat lepas dari peran para wirausahawan mikro, kecil dan menengah yang terbukti mampu bertahan dari tantangan dan kesulitan perekonomian. Namun, pada era disruptif ekonomi seerti sekarang ini, dimana persaingan antar pengusaha semakin ketat disertai perkembangan teknologi yang sangat pesat menuntut para pengusaha untuk melakukan sesuatu yang berbeda terhadap kegiatan bisnisnya.  Pada era disruptive ekonomi seperti saat ini, setiap organisasi bisnis dipaksa untuk terus berinovasi guna memenangkan persaingan dalam industry. Saat ini, inovasi tidak hanya dibutuhkan oleh perusahaan skala besar saja, namun sektor usaha mikro, kecil dan menegahpun dituntut untuk terus mengembangkan budaya inovasi dan melakukan kegiatan inovasi. Hal tersebut didukung oleh para akademisi yang telah melakukan penelitian terdahulu yang mengungkapkan bahwa untuk mengendalikan lingkungan bisnis yang terus mengalami perubahan, sebuah perusahaan perlu lebih inovatif. Lebih lanjut, inovasi hanya bisa dilakukan saat perusahaan memiliki fleksibilitas strategis dalam mengelola bisnisnya (Cingöz & Akdoğan, 2013).

Penelitian mengenai pengaruh fleksibilitas strategi terhadap inovasi telah banyak dilakukan (Chen & Shanxing, 2017), namun penelitian sejenis yang mengangkat sektor usaha mikro, kecil dan menengah terutama pada konteks Indonesia sebagai negara berkembang masih belum banyak digali. Selain itu, pembahasan mengenai fleksibilitas strategi dan inovasi lebih banyak dikaitkan dengan lingkungan eksternal perusahaan, sedangkan kondisi internal perusahaan masih belum dieksplor secara luas. Oleh karena itu, penelitian ini penting untuk dilakukan untuk melihat pengaruh kondisi internal perusahaan terhadap fleksibilitas strategi dan inovasi, serta memahami faktor-faktor yang dapat meningkatkan inovasi dari sector usaha mikro, kecil, dan menegah yang berada pada industri pengolahan di Kota Malang dalam menghadapi era disruptif ekonomi.

Metode

Penelitian ini merupakan penelitian eksplanatori dengan pendekatan kuantitatif. Unit analisis dari penelitian ini adalah UKM sektor industri pengolahan yang ada di Kota Malang. Teknik pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah non-probability sampling dengan teknik purposive sampling, dengan persyaratan: (1) usaha   yang   disurvey   telah   memiliki   badan   hukum   minimal perusahaan perseorangan; (2) telah melakukan usaha minimal dua tahun; (3) dalam lima tahun terakhir beroperasi minimal tiga tahun berturut- turut. Sampel yang dikumpulkan adalah sebanyak 119 pengusaha mikro, kecil dan menengah pada industry pengolahan di Kota Malang, dan data tersebut diolah dan dianalisis dengan menggunakan Partial Least Square (PLS), dengan mengevaluasi inner model dan outer model. Outer model kriteria yang dievaluasi termasuk tes convergent validity, tes discriminant validity and tes uni-dimensionality. Inner model dievaluasi dengan tujuan melihat kekuatan model, untuk kemudian dilakukan pengujian hipotesis.

Hasil dan Implikasi

Hasil dari tes Convergent Validity mengindikasikan bahwa seluruh factor loading untuk setiap indikator berkisar antara 0.605 and 0.884; dengan nilai Average Variane Extracter (AVE) antara 0.517 dan 0.600; dan nilai Composite Reliability (CR) berada dalam rentang antara 0.814 dan 0,847, yang artinya tidak terdapat masalah validitas pada setiap indikator dan variabelnya.

Evaluasi pada inner model dilakukan dengan mengevaluasi Tenenhaus’s Goodness of Fit (GoF) index (Tenenhaus et al., 2005), yaitu sebesar 0.367 membuktikan bahwa model yang dibangun merupakan sebuah model yang robust/kuat. Hasil pengujian hipotesis menunjukkan bahwa lingkungan internal berpengaruh positif dan signifikan terhadap fleksibilitas strategi (t = 9.798; β = 0.592); lingkungan internal berpengaruh positif dan signifikan terhadap inovasi (t = 3.178; β = 0.331); dan fleksibilitas strategi berpengaruh secara positif dan signifikan terhadap inovasi (t = 3.552; β = 0.353). Dari hasil tersebut menunjukkan bahwa lingkungan internal perusahaan yang meliputi kemampuan perusahaan dalam mengendalikan kegiatan perasional perusahaan akan berpengaruh terhadap fleksibilitas strategi. Apabila semakin baik pengaturan dan pengendalian perusahaan terhadap aspek sumberdaya manusia, keuangan, operasional dan pemasaran dalam perusahaan, makan akan semakin fleksibel perusahaan tersebut dalam perumusan, pemilihan dan pelaksanaan strateginya. Lebih lanjut, semakin tinggi fleksiblitas perusahaan dalam perumusan dan pelaksanaan strateginya, maka akan semakin tinggi pula tingkat kegiatan inovasi yang dilakukan perusahaan, baik kegiatan yang berupa eksploratif inovasi yang berupa usaha perusahaan untuk mengembangkan produk baru, maupun eksploitatif inovasi dalam rangka meningkatkan kinerja/efiseinsi produk yang telah ada.

Penelitian ini juga membuktikan bahwa ketika sebuah perusahaan mikro, kecil dan menegah ingin meningkatkan kegiatan inovasi perusahaan, perusahaan harus memastikan bahwa perusahaan mempunyai fleksibilitas strategi yang tercermin dari beberapa hal, misalnya adanya peninjauan rencana strategis secara berkala, maupun adanya alokasi sumber daya yang fleksibel di dalam lini perusahaan. Lebih lanjut, untuk memastikan bahwa fleksibilitas strategi berjalan baik, maka perusaaan juga harus memastikan bahwa perusahaan memiliki kemampuan dalam mengendalikan kegiatan-kegiatan internalnya.



Keywords


lingkungan internal, fleksibilitas strategi, inovasi, UMKM