USK Conferences, Roundtable for Indonesian Entrepreneurship Educators 2018

Font Size: 
Identifikasi Turnover Intention Pada Karyawan Toko Yasmine Gresik
Tri Siwi Agustina

Last modified: 2018-09-05

Abstract


Ringkasan Topik

Pergantian karyawan merupakan persoalan yang penting bagi perusahaan dan karyawan. Dari sudut pandang perusahaan, pergantian karyawan dapat memberikan gambaran mengenai biaya yang tidak sedikit menyangkut nilai perekrutan, pelatihan dan biaya yang telah dikeluarkan untuk mengatasi pergantian karyawan dan berbagai biaya tidak langsung seperti kehilangan karyawan yang telah mengerti tentang berbagai pekerjaan dalam suatu perusahaan. Dari sudut pandang karyawan, pergantian karyawan dapat menimbulkan konsekuensi positif dan atau negatif. Terkadang karyawan memang keluar dari suatu perusahaan karena keinginan mereka sendiri atau yang sering disebut dengan turnover.

Fenomena turnover yang sering terjadi, dijelaskan oleh Chamariyah (2015) bahwa tingkat turnover yang tinggi pada sebuah bisnis dapat berujung pada ketidakstabilan terhadap kondisi karyawan yang ada sehingga mengakibatkan organisasi menjadi tidak efektif.  Namun dilain sisi, tingginya tingkat turnover yang terjadi pada sebuah usaha dapat menunjukkan ciri bisnis tersebut berjalan efisien (Ivancevich, et.al, 2006:233). Hal ini dikarenakan pelaku bisnis dapat memperoleh manfaat jika karyawan yang turnover merupakan karyawan yang memiliki kinerja yang rendah dan cenderung merugikan bisnis (Ivancevich, et.al, 2006:233).

Penelitian ini akan dilakukan di Toko Yasmine yang merupakan toko pakaian, dimana perkembangan industri atau bisnis retail sekarang semakin ketat dengan adanya e-commerce. Sehingga Toko Yasmine perlu mengoptimalkan sumberdaya manusia yang dimiliki untuk semakin cakap dan mampu menunjukkan kinerja yang baik, sehingga Toko yang memiliki wujud fisik seperti Toko Yasmine mampu bersaing dengan toko fisik yang lain dan toko yang menggunakan bisnis e-commerce. Toko Yasmine juga sering mengalami turnover yang cukup tinggi.

Metode

Penelitian yang digunakan adalah jenis penelitian kualitatif, Metode kualitatif pada penelitian ini digunakan untuk mendeskripsikan mengenai tingkat turnover intention yang dialami oleh karyawan dan faktor yang mempengaruhi tingkat turnover intention di Toko Yasmine.

Pengumpulan Data dilakukan dengan wawancara untuk mendapatkan informasi sedetailnya dari unit analisis yang diteliti. Key Informan yang diwawancarai adalah Owner, Administrasi keuangan, dan PIC (person in charge) marketing. Pengumpulan data juga dilakukan dengan observasi atau pengamatan langsung meliputi produk yang dijual, jumlah karyawan, dan pendapatan per bulan yang diperoleh.

Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan teknik analisis data kualitatif sesuai dengan yang disampaikan Sugiyono (2016:334), yaitu : Analisis data sebelum di lapangan dan  Analisis data selama di lapangan yang terdiri dari reduksi data, penyajian data dan menarik kesimpulan. Untuk menguji kebsahan data dilakukan triangulasi sumber dan triangulasi teori.

Hasil dan Implikasi

Tingkat turnover intention karyawan di Toko Yasmine dapat dikatakan cukup tinggi karena mencapai 25%.  Rata-rata 2 karyawan tiap tahun dari total jumlah karyawan sebanyak 8 orang.  Hasil wawancara yang dilakukan pada owner serta 2 karyawan Yasmine Fashion and Accessoris dan didapatkan hasil bahwa faktor-faktor yang menyebabkan turnover intention sebagai berikut:  career growth opportunity, salary, work atmosphere, relationship with superior, freedom, work profile, job security, rewards and recognition, stress and work pressure, usia, lama kerja, dan tingkat pendidikan. Hal tersebut mendukung penelitian sebelumnya dari Jeen (2014) dan Prawitasari (2016).

Selain itu, Faktor yang menyebabkan munculnya turnover intention pada karyawan di Toko Yasmine dapat dikelompokkan menjadi dua yaitu faktor eksternal yang berasal dari perusahaan dan faktor internal yang berasal dari dalam diri karyawan. Faktor eksternal yang menyebabkan karyawan turnover adalah sistem gaji yang dibawah UMR, tidak ada jenjang karir yang jelas bagi karyawan, serta sistem kerja yang diterapkan di toko Yasmine yang menyebabkan karyawan tidak memiliki hari libur. Sedangkan faktor internal yang menyebabkan karyawan turnover adalah faktor demografi seperti usia, masa kerja, dan tingkat pendidikan. Pada pekerja yang berusia muda dan memiliki masa kerja tidak terlalu lama cenderung memiliki tingkat turnover yang lebih tinggi. Begitu juga dengan tingkat pendidikan yang tidak sesuai dengan penempatan posisi dapat menyebabkan terjadinya turnover.


Keywords : Turnover Intentions, Faktor- faktor menyebabkan Turnover Intentions, Usaha Ritel,


Keywords


Turnover Intentions, Faktor- faktor menyebabkan Turnover Intentions, Usaha Ritel