USK Conferences, Roundtable for Indonesian Entrepreneurship Educators 2018

Font Size: 
PENINGKATAN KEMAMPUAN SOSIAL EKONOMI PESERTA KELUARGA BERENCANA VASEKTOMI MASYARAKAT PINGGIRAN KOTA SURABAYA BAGIAN BARAT SEBAGAI UPAYA UNTUK BERADAPTASI PADA ERA INOVASI DISRUPTIF
Tri Siwi Agustina, Nurleila Jum'ati

Last modified: 2018-09-05

Abstract


Ringkasan Topik

Di era globalisasi seperti saat ini, berbagai cara dilakukan oleh berbagai kalangan masyarakat dalam memenuhi kebutuhan hidup. Entrepreneur atau kewirausahaan merupakan salah satu jalan yang ditempuh untuk memenuhi kebutuhan dasar hidup untuk mencapai keberhasilan. Demikian pula yang dilakukan oleh masyarakat peserta KB Vasektomi di Surabaya Barat yang mayoritas tergolong sebagai keluarga pra sejahtera dan sejakhtera III plus.  Dalam menjalankan kegiatan usaha, banyak permasalahan khas UMKM di Indonesia hal rutin yang dilakukan yang menyebabkan  usaha mereka terkesan “ada adanya” dan tidak memiliki daya saing. Senada dengan yang disampaikan oleh Soltesa dan Gavurova (2014) bahwa secara umum kendala keterbatasan UMKM dalam emlakukan inovasi adalah system yang diterapkan tidak implementatif, infrastruktur yang ketinggalan jaman dan tidak mengalami perkembangan dan rendahnya resiko modal.  Berdasarkan uraian tersebut, diperlukan berbagai cara untuk menjaga konsistensi dan kestabilan usaha, salah satunya adalah dengan disruptive innovation seperti yang dipopulerkan oleh Clayton M Christensen yang dapat dipahami sebagai sebuah inovasi yang menciptakan tren baru dan jejaring industri baru yang akhirnya mengganggu pasar dan nilai yang sudah ada dan pada akhirnya menggantikan produk atau jasa yang sudah ada (Bower dan Christensen, 1995). Penelitian ini bertujuan untuk 1) memetakan kondisi sosial ekonomi peserta keluarga peserta KB vasektomi yang bertempat tinggal di pinggiran kota Surabaya bagian barat. 2) Mengetahui permasalahan yang dihadapi dalam rangka peningkatan kemampuan sosial Ekonomi bagi peserta keluarga Berencana vasektomi masyarakat pinggiran Kota Surabaya Barat.

Metode

Pendekatan yang dilakukan adalah naratif-deskriptif dengan melakukan observasi, FGD (Focus Group Discussion), depth interview, sosialisasi, pendampingan dan kunjungan industri. Populasi penelitian adalah anggota kelompok komunitas KB vasektomi Siwalan Mesra (Suami Istri Wajib Lindungi Anak Mudah Efektif Sederhana Ringan dan Aman) sebanyak 139 keluarga. Waktu pelaksanaan kegiatan penelitian adalah bulan Agustus hingga November 2017. Teknik pengambilan data yang digunakan adalah teknik purposive sampling dengan syarat sebagai berikut  pasangan usia subur yg istrinya berusia 20 – 49 tahun, sudah berumah tangga selama 5 tahun, mempunyai anak minimal 2, mempunyai usaha maka didapatkan 25 responden.

Hasil dan Implikasi

Hasil mapping tingkat sosial ekonomi didapatkan bahwa dari 24% termasuk keluarga pra sejahtera, 40% keluarga sejahtera I, 18%  keluarga sejahtera II, 4% keluarga sejahtera III dan 14% keluarga sejahtera III plus. Dengan data mapping tersebut maka dilanjutkan observasi, FGD dan depth interview mendapatkan hasil  bahwa : a) sebagian besar menjalankan usaha di bidang makanan; b) dalam menjalankan usaha pelaku utamanya adalah ibu, rata-rata reponden KB Vasektomi bersama dengan anggota keluarga lainnya anak dan suami, c) hasil dari usaha yang dilakukan menopang kehidupan keluarga; d) menghadapi berbagai permasalahan dalam menjalankan usaha. Berdasarkan hasil wawancara yang dilakukan, permasalahan yang dihadapi diantaranya mereka menempuh cara berjualan karena pekerjaan tersebut relatif mudah dilakukan, karena tidak diperlukan ilmu dan syarat-syarat khusus.  Wawancara dengan para responden juga mengungkap bahwa responden enggan untuk melakukan inovasi karena memandang inovasi adalah sesuatu yang mahal dan sulit.

Tindak lanjut dari hasil tersebut adalah dengan mengadakan pelatihan - pelatihan tentang materi membangun mindset dan mental sebagai pengusaha yang kuat , materi tentang pentingnya  inovasi pemasaran serta praktek standar pengolahan makanan dengan menghadirkan seorang pengusaha produk kuliner yaitu Cake. Pengusaha tersebut menceritakan pengalamannya bagaimana melakukan adaptasi pada perubahan dalam hal pemasaran produknya. Dari hasil pelatihan tersebut peserta mendapatkan wawasan bahwa untuk berdaptasi tidak harus mahal dan sulit, misalnya dengan mengubah ukuran kue, memasarkan secara online, hingga melakukan open order dan mengirimkan melalui Ojek Online. Aktivitas selanjutnya adalah pendampingan 12 usaha mikro dari keluarga peserta KB vasektomi di Surabaya Barat dalam pendaftaran SIUP.

Keywords


Usaha Keluarga, Peningkatan Kemampuan Sosial Ekonomi, KB Vasektomi