USK Conferences, Roundtable for Indonesian Entrepreneurship Educators 2018

Font Size: 
MENGHADAPI ERA INOVASI DISRUPTIF DENGAN PENERAPAN MODERASI PERILAKU KEPEMIMPINAN TRANSFORMASIONAL PADA PENGARUH ORIENTASI KEWIRAUSAHAAN TERHADAP KINERJA INOVASI UMKM
Aris Armuninggar, Tri Siwi Agustina

Last modified: 2018-09-05

Abstract


Ringkasan Topik

Era disrupsi merupakan topik yang menarik untuk didiskusikan, era dimana bermunculan banyak sekali inovasi – inovasi yang tidak terlihat, yang tanpa disadari oleh organisasi  - organisasi yang sudah mapan, mengobrak-abrik tatanan sistem yang sudah ada atau bahkan menghancurkan . Hal tersebut dapat dimaknai bahwa para pengelola UMKM harus memahami disruption ini bukanlah sebagai pengecualian, melainkan sebuah tuntutan agar dapat eksis di percaturan global saat ini. Terkait dengan hal tersebut, orientasi kewirausahaan (entrepreneurship orientation) sangat diperlukan untuk dapat meningkatkan kinerja usaha yang dikelolanya dan menjamin keberlangsungan usahanya (Avlonitis and Salavou, 2007), sehingga tidak kalah bersaing dengan usaha-usaha yang telah ada lebih dulu maupun usaha-usaha yang baru muncul.

Salah satu langkah yang dapat ditempuh oleh pelaku UMKM agar tetap bertahan di tengah kerasnya persaingan usaha adalah melalui inovasi produk.  Lovling, et al (2014) menyatakan  bahwa pilihan strategis untuk menggunakan efisiensi biaya maupun keunikan produk berpengaruh pada keuntungan jangka pendek perusahaan dan daya saing perusahaan dari sisi biaya.  Inovasi produk diperlukan agar produk yang dihasilkan semakin beragam sehingga konsumen memiliki banyak pilihan serta tidak lekas jenuh karena produk yang dihasilkan tidak inovatif.

Dalam UMKM, kepemimpinan memiliki pengaruh yang kuat pada orientasi kewirausahaan dan kinerja perusahaan. Kepemimpinan transformasional merupakan gaya yang relevan atau sesuai untuk mengembangkan kinerja UMKM dalam menghadapi perubahan lingkungan yang sangat cepat dan membutuhkan adaptasi (Matzler et al, 2008).  Paper ini bertujuan untuk mengetahui tentang 1) pengaruh oreintasi kewirausahaan terhadap kinerja UMKM Binaan Dinas Perdagangan Kota Surabaya, dengan batasan kinerja inovasi  UMKM ; 2) mengetahui efek moderasi kepemimpinan transformasional pada pengaruh orientasi kewirausahaan terhadap kinerja UMKM Binaan Dinas Perdagangan Kota Surabaya. dengan batasan kinerja inovasi UMKM.

Metode

Penelitian ini berjenis penelitian kuantitatif. Metode pengambilan sampel adalah Purposive Sampling, dengan syarat : lama usaha minimal 3 tahun, jumlah karyawan minimal 3 orang, sudah menerapkan inovasi (pada produksi, keuangan, pemasaran). Sampel dalam penelitian ini adalah pemilik UMKM bidang pengolahan yaitu makanan, garmen, dan kerajinan  dibawah binaan Dinas Perdagangan Kota Surabaya pada tahun 2017 dengan total responden 50 orang. Proses pengumpulan data dilakukan dengan memberikan kuesioner dan wawancara. Untuk menguji hipotesis, data dalam penelitian ini, diolah dengan Partial Least Square (PLS).

Hasil dan Implikasi

Rata-rata jawaban responden menunjukkan bahwa orientasi Kewirausahaan tergolong tinggi dan perilaku kepemimpinan transformasional tergolong cukup dan kinerja inovasi UMKM  tergolong tinggi. Olah data statistik menghasilkan bahwa : Orientasi Kewirausahaan terbukti berpengaruh pada kinerja inovasi UMKM, artinya dalam rangka meningkatkan penjualan, meluaskan cakupan pasar, pengelola UMKM dibawah binaaan Disperindang Kota Surabaya. Terpilihnya mereka menjadi  menjadi mitra binaan saja sudah menunjukkan mereka memiliki orientasi kewirausahaan, karena  dengan menjadi binaan diharapkan dinas dapat membantu mengembangkan usaha UMKM untuk memperluas pangsa pasar dengan memfasilitasi apabila ada pameran (expo) berskala lokal maupun internasional. Selain itu mereka juga sudah melakukan aktivitas E-Commerce seperti menerima transaksi melalui E-Banking ; menjual produksinya di marketplace seperti Shopee, Bukalapak; menggunakan media sosial seperti Facebook dan  Instagram ; menjadi mitra Go-jek / Grab dan juga menggunakan Go-Jek untuk men-delivery produk yang mereka hasilkan hingga ke tangan konsumen.

Hasil lain adalah, diantara 6 aspek perilaku kepemimpinan transformasional, hanya ada 4 (Facilitating Acceptance of Group Goals , Providing an Appropriate Role Model, Setting High Expectations, Showing Supportive Behavior , yang memberikan efek menguatkan pengaruh orientasi kewirausahaan terhadap kinerja inovasi UMKM, hal tersebut mengindikasikan bahwa cara-cara yang ditempuh pengelola UMKM binaan Disperindang Kota Surabaya dalam mengembangkan dan mengarahkan potensi  dan kemampuan bawahannya serta menyediakan fasilitas- fasilitas yang diperlukan terbukti mampu menguatkan pengaruh orientasi kewirausahaan yang dimiliki pengelola UMKM terhadap capaian tujuan organisasi (dalam hal ini kinerja inovasi) . Sedangkan yang 2 aspek perilaku ( yaitu Articulating Vision dan Offering Intellectual Stimulation) terbukti melemahkan pengaruh orientasi kewirausahaan terhadap kinerja inovasi UMKM artinya pengelola UMKM dibawah binaaan Disperindang Kota Surabaya dalam meningkatkan  kinerja inovasi mereka masih one man show, hal tersebut nampak pada aktivitas inovasi pemasaran  dan keuangan dimana mereka memang tidak pernah melibatkan karyawannya dalam hal pengambilan keputusan. Pengelola UMKM masih melakukan kedua aktivitas itu sendiri (atau lebih memberikan kepercayaan pada keluarga daripada pada karyawan)  selain itu bentuk komunikasinya adalah berupa instruksi  (one way communication). Implikasi manajerial dari penelitian ini untuk menghadapi perubahan  di era disruptif, dimana kompleksitas akan semakin tinggi, sebaiknya para pengelola UMKM menyempurnakan pemberdayaan karyawan-karyawan nya terutama dari sisi trust dan mengubah bentuk komunikasinya.

Keywords : Perilaku Kepemimpinan Transformasional, Orientasi Kewirausahaan, Kinerja Inovasi UMKM


Keywords


Perilaku Kepemimpinan Transformasional, Orientasi Kewirausahaan, Kinerja Inovasi UMKM